Menyuburkan Bibit Empati Buah Hati Bagian 2

Spread the love

Pahami Bahwa Ia Masih Egosentris

Namun sekali lagi, anakanak batita memang masih dalam fase egosentris. Ia cenderung “pelit” , “serakah”, tak mau kalau harus berbagi dan malah kadang minta lebih. Cara pandang anak akan terpusat pada diri sendiri. Hal itulah yang membuat dirinya selalu ingin menang sendiri, unggul dari yang lain, dan suka melawan. Konsep kepemilikan juga belum berkembang baik. Batita merasa segala sesuatu adalah miliknya. Ia masih kesulitan membedakan ”milikku” dan “milik orang lain”. Karena itulah ia akan sering berkata ”Semuanya buat aku!”. Dalam hal bermain, meski si batita bersama anak-anak lain, ia tidak benar-benar bersama mereka. Si kecil hanya peduli tentang benda-benda miliknya dan dirinya sendiri, namun ia belum berpikir soal apa yang anak lain inginkan atau rasakan. Nah, dengan mengasah kepekaannya, kita berharap keegoisannya di masa batita ini tidak terbawa saat ia tumbuh dewasa.

Bermain Bergiliran

Pembelajaran empati juga dapat dipetik si batita melalui bermain. Saat dengan kawan-kawannya, ajarkan ia untuk bergiliran memainkan mobil-mobilannya. Tanamkan padanya bahwa dengan berbagi bukan berarti ia kehilangan mainannya, tapi justru dapat bermain bersama. Bila tak ada temannya yang bisa diajak bermain, kita bisa memosisikan diri sebagai kawan bermainnya. Ciptakan permainan “Berbagi Harta Benda”. Berikan ia mainan balok, mintalah untuk membagikan pada orang lain di sekitarnya. Satu untuk Kakak, satu untuk Papa, dan satu untuk Nenek. Buatlah ia berbangga dengan kebaikannya itu. “Mama bangga Adek mau berbagi. Tuh, lihat, Nenek senang diberi mainan oleh Adek.” Pujian memang tampak sederhana, namun dampaknya bagi si batita akan begitu besar karena dia akan mendapat pesan bahwa berbagi itu sangat menyenangkan karena ia mendapat pujian.

Tumbuh Menjadi Dermawan

Ibarat sebuah fondasi yang sudah kuat sejak awal, kepekaan yang telah kita latih semenjak dini ini akan membangun kepribadian positif yang kokoh saat ia dewasa kelak. Tentunya semua ini perlu didukung oleh keteladanan orangtua yang konsisten dan konsekuen. Nah, selamat mengenalkan dan mempersiapkan si kecil untuk berbagi sejak dini dan kelak dapat tumbuh menjadi sosok yang berempati!

Berikan anak pelatihan sebelum mereka masuk unversitas. Lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri merupakan pilihan yang tepat agar anak memiliki bekal ketika sudah waktunya kuliah di kemudian hari.