Tata Cara Memandikan Jenazah

Spread the love

Setiap yang bernyawa tentu dapat merasakan kematian.

Begitu termasuk bersama dengan manusia sebagai makhluk yang bernyawa.

Dalam ajaran umat islam jika ada umatnya yang meninggal dunia ada empat kewajiban yang harus dijalankan oleh orang yang masih hidup terhadap orang yang meninggal atau mayit.

Empat kewajiban tersebut pada lain, memandikan jenazah, mengkafani jenazah, menshalatkan jenazah dan menguburkan jenazah.

Dalam memandikan jenazah tentu ada aturan dan tata langkah yang harus dijalankan didalam memandikan jenazah.

Berikut adalah lafadz kemauan atau doa memandikan jenazah/mayit baik laki-kali maupun perempuan lengkap didalam bhs arab, tulisan latin dan juga terjemahannya.

Niat Atau Doa Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAA-DZAL MAYYITI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :
Saya kemauan memandikan untuk memenuhi kewajiban berasal dari mayit (laki-laki) ini gara-gara Allah Ta’ala

Niat Atau Doa Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya :
Saya kemauan memandikan untuk memenuhi kewajiban berasal dari mayit (perempuan) ini gara-gara Allah Ta’ala

Muslim / Muslimat, anggota badan masih ada sekalipun {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} tertinggal, jenazah bukan mati syahid (mati didalam peperangan membela agama Allah) sesuai hadits Nabi berasal dari Jabir yang artinya

“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW udah memerintahkan terhadap orang yang gugur didalam perang Uhud sehingga dikuburkan bersama dengan darah mereka,tidak dimandikan dan tidak disholatkan”.

Tata Cara memandikan jenazah adalah

1. Ditempatkan ditempat yang terlindung berasal dari panas matahari,hujan,pandangan orang banyak dan ditempat yang agak tinggi,

2. Dipakaikan busana basahan (kain mandi) dan aurat selamanya tertutup dan yang memandikan sebaiknya memakai sarung tangan,

3. Membersihkan kotoran dan najis yang ada di anggota badan jenazah,

4. Jenazah agak diangkat perutnya diurut sehingga kotoran yang barangkali ada dapat keluar,

5. Setelah semua kotoran dan najis bersih lantas disiram bersama dengan air secara merata keseluruh tubuh,

6. Setelah disiram disabuni kemudian disiram ulang hingga bersih.

7. Di wudlukan dan terakhir disiram bersama dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara atau lainnya yang harum,

8. Jika muncul najis setelah dimandikan dan perihal tubuh maka najis harus dibuang dan jenazah dimandikan lagi,

9. Keringkan jenazah bersama dengan handuk dan lain lain,

10. Sebelum dikafani memberikan harum haruman/ wangi wangian dibagian yang dipakai bersujud terhadap anggota kepala dan jenggot.

11. Yang berhak memandikan jenazah, jika laki laki maka yang berhak memandikannya harus laki laki jika istri atau mahramnya,

12. Jika jenazah wanita yang memandikan harus wanita jika suami atau mahramnya,

13. Jika suami dan istrinya mahramnya ada semua maka yang paling berhak adalah suami /istri,

14. Jika yang meninggal laki laki selagi tidak ada istri, mahram ataupun laki laki lain yang dapat memandikannya maka ditayamumkan saja,begitu pula sebaliknya, jika jenazah anak anak maka boleh dimandikan oleh laki laki maupun wanita.

15. Jenazah udah memenuhi kriteria dimandikan satu kali tapi disunahkan 3 kali,5 kali atau lebih didalam bilangan ganjil.

Sesuai bersama dengan hadist Nabi berasal dari Ummu Atiya RA yang artinya : Nabi SAW udah masuk kepada kami selagi memandikan puteri beliau,kemudian beliau bersabda ;

“Mandikanlah ia 3 kali atau lima kali atau lebih, jika kami pandang lebih baik berasal dari itu, bersama dengan air dan juga daun bidara dan basuhlah yang terakhir bersama dengan dicampur kapur barus “. (HR.Bukhari Muslim).

Artikel Terkait : Keranda Jenazah
Baca Juga : Kain Penutup Keranda